Jiwa : Tuan Kedai Lollipop

Lollipop : Idea di malam hari. Signifikan sesuatu.


Seorang budak hingusan
Jatuh lolli pop nya ke jalan
Berdebu dan bergelumang kerikil
Sedang jalan bukan ada dihuni
Sedang jalan itu batunya masih keras

Jika lutut budak itu yang disembah,
Memang batu itu pembunuh tegar endothelium terluar
Memang rabak veins dan artery bersimpang di dalam
Memang jenuh Encik Clot akan berpandu arah menutup yang koyak

Namun yang sekarang, rabak juga tears gland memecah esakan

Bertuahlah, yang jatuh itu lolli popnya.
Dan sungguh baik, Tuan Kedai Lolli pop yang datang
Menyambut dan menyapu debu lollipop itu
Lalu dibasuh bersih dan dikering
Disua ke muka sekeping lollipop terpusing-pusing warna

Sudah bersih dan aman dari habuk
Disambut dan dikemam erat ke bibir
Manisnya lollipop terasa
Manis juga senyum Tuan Kedai Lollipop memandangnya

"Nak, usah menangis jika barangmu terjatuh
Kutiplah dan bersihkan ia
Jika masih elok rupa dan ainnya

Kemudian, bermain ke depan semula
Sebab jalan di depan, kerikilnya lebih tajam
Dan tidak menanti lama untuk kau tunggu di tepi
Apatah lagi di tengah."

Tuan Kedai Lollipop tersenyum
Sungguhlah baik, disua keluar lagi satu lollipop sama jenis
Seorang budak hingusan melukis garis lebar di bibir
Dengan mata membundar dicapai tangkai lollipop

"Simpan ini,
Mana tahu, lollipop mu jatuh lagi."

Dan Tuan Kedai Lollipop itu masuk semula ke kedai.
Sebelum dipamit Terima Kasih oleh si budak.

Dan kaki kecil itu, terus mara.
Diimbas terakhir kedai Tuan tadi,
Mana tahu, akan disinggah semula.

'Terima kasih, Tuan'. :)

Hence, when thou art freed [from distress], remain steadfast (94:7)

Musafir.
Kerikil. dan batu dihadap.
WA

Comments

Popular Posts

KOLEKSI GOODREADS

The Humans Who Went Extinct: Why Neanderthals Died Out and We Survived
Recent Thought in Focus
God and Man in the Qur'an
The Positive Aspects of Tasawwuf: Preliminary Thoughts on an Islamic Philosophy of Science
A New System of Philosophy-Science from the Biological Standpoint
On Justice and the Nature of Man: A Commentary on Surah Al-Nisa' (4):58 and Surah Al-Mu'minun (23):12-14
The Natural and the Supernatural in the Middle Ages
God and Philosophy
From Satori to Silicon Valley: San Francisco and the American Counterculture
Islam and Secularism
Philosophy: The Essential Study Guide
Genesis and Development of a Scientific Fact
Representations of the Intellectual
Can Non-Europeans Think?
The Holocaust Industry: Reflections on the Exploitation of Jewish Suffering
Maus I: A Survivor's Tale: My Father Bleeds History
Slowness
The Architecture of Happiness
The New Rulers of the World
Seeds of Destruction: The Hidden Agenda of Genetic Manipulation


Nurshafira Noh's favorite books »