Aku: Pokok epal nan sebatang

Eden by =JeanFan



"Sayang sekali, duduk di tingkat Dua Belas ni, pemandangan apa pun tak nampak." Katanya, berisi keluhan mungkin. 

Di sebalik kekisi besi putih yang sudah ada riak karat, kulontar pandangan ke luar. Aku ternampak sebatang pokok epal nan sebatang, tegak di atas bukit menghijau.

Kira-kira, kau dapatkah melihatnya?

Kira-kira, kau ada nampakkah sebiji epal kemerahan tergantung sendiri di hujung ranting?

Kira-kira, mata sepasang hitam atau biru itu, terlihatkah apa aku lihat ini?

Mataku secara zahir, menangkap gambar awan nan biru; Itupun kalau kudongak sedikit kepala ke atas. Depan mataku, di tingkat Dua Belas ini cuma bangunan yang menyerlah langsir jiran entah mana.

Tapi, aku nampak pokok epal nan sebatang itu.

Senyumku, pada hati sendiri. 'Tahukah, tempat terindah itu pada pandangan mata. Jika hati kita punya taman di dalamnya, bahkan tempat terburuk boleh jadi indah.'

Lumut di tepi pembahagi jalan itu, yang cantiknya pada kilat hijau yang pekat; Meski kau boleh melihatnya tanda sudah tidak terjaganya keadaan di situ.

Daun yang kering, yang membahagiakan adalah pada kuningnya yang meneman warna hijau terang; Meski kau lihat ia sudah layak dipijak keras.

--------------------------------------------------------------

Kita ini, bisa sahaja untuk kecewa. Bisa sahaja untuk mengeluh dan tiada salahnya untuk sesekali kita melihat jeleknya hidup ini. 

Tapi, kecewa itu mengapa menghentikan warna ceria, warna ria untuk hidup kita?

Kulihat pokok epal nan sebatang, di bawahnya rerumput menghijau (banyak sungguh hijau hari ini!), ku terlihat diriku.

Pada indahnya sebatang pokok jua sehelai rumput kecil baru bertunas, mereka mengitari kehidupan manusia dengan udara yang kita hembuskan. 

Kata Nabi (selawat ke atas Baginda), pohon kurma umpama seorang muslim.[1] Tidak gugur daunnya, batangnya kukuh dan cabangnya menjulang tinggi ke langit. [2] 

Amal kita, meredupkankah?

Yakin kita pada Tuhan, berakar dalamkah?

Allahu rabbi. Kulihat pokok epal nan sebatang, penuh malu.

-----------------------------------------------
Musafir. 100113. 2330.
Setia di tanah Malaysia.



[1] Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya ada di antara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?” Lalu orang meneka yang ia pokoko di wadhi. Berkata Abdullah: “Lalu terdetik di dalam diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya”. Kemudian mereka berkata: “Wahai Rasululloh beritahulah kami pohon apa itu?” Lalu baginda menjawab: Iia adalah pohon kurma”.

[2]  Diriwayatkan Ibnu Hibbaan daripada jalan periwayatan Abdul Aziz bin Muslim dari Abdullah bin Dinaar dari ibnu Umar bahawa Rasulullah bersabda:
مَنْ يُخْبِرُنِيْ عَنْ شَجَرَةٍ مِثْلُهَا مِثْلُ الْمُؤْمِنِ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِيْ السَّمَاءِ
“Siapakah yang dapat menyebutkan kepadaku satu pohon yang menyerupai seorang mukmin, pokok batangnya kukuh dan cabangnya menjulang kelangit?

[1] dan [2] ditemui di sini. 

Comments

Post a Comment

Popular Posts

KOLEKSI GOODREADS

The Humans Who Went Extinct: Why Neanderthals Died Out and We Survived
Recent Thought in Focus
God and Man in the Qur'an
The Positive Aspects of Tasawwuf: Preliminary Thoughts on an Islamic Philosophy of Science
A New System of Philosophy-Science from the Biological Standpoint
On Justice and the Nature of Man: A Commentary on Surah Al-Nisa' (4):58 and Surah Al-Mu'minun (23):12-14
The Natural and the Supernatural in the Middle Ages
God and Philosophy
From Satori to Silicon Valley: San Francisco and the American Counterculture
Islam and Secularism
Philosophy: The Essential Study Guide
Genesis and Development of a Scientific Fact
Representations of the Intellectual
Can Non-Europeans Think?
The Holocaust Industry: Reflections on the Exploitation of Jewish Suffering
Maus I: A Survivor's Tale: My Father Bleeds History
Slowness
The Architecture of Happiness
The New Rulers of the World
Seeds of Destruction: The Hidden Agenda of Genetic Manipulation


Nurshafira Noh's favorite books »