Bumbung-bumbung II

Kau dengarkah bunyi hujan di luar bangunan yang aku duduki ini? Aku toleh ke belakang, ah, langsung setitik air hujan pun tiada! Ilusi bunyi kipas pusing di tengah ruang. Duduk di bumbung hari tu, melihat bangunan semula, dan membawa ingatan terakam semalam.

"Bangunan ni, banyak tingkat. Dah lah naik tingkat-tingkat tu bukan sekejap. Lepas tu, setiap bangunan bertingkat, ada banyak pula bangunan semacam tu kat sekeliling. Huih. Jenuh."

"Jenuh apa?"

"Jenuh lah, kalau nak berbumbung."

"Tapi kita tetap memilih untuk berbumbung, bukan?"

"Ya..." Dan dia pun terdiam. Aku pun terapung dalam bayangan bangunan-bangunan dalam zihin aku. Aku teringat Brave New World, bila bayangkan bangunan yang banyak dan rapat-rapat. Terasa panas. Sebenarnya, aku pun faham apa dia cakap: Ada banyak bangunan, dan dalam banyak-banyak bangunan tu mesti ada satu yang benar tetapi tiadalah pula itu membuatkan kita bisa memaksa manusia masuk ke bangunan yang kita yakini (bukan sangkakan) betul.

"Mungkin, kalau begitu banyak bangunan, dan sebab manusia suka berprasangka, maksudnya bangunan-bangunan itu kena banyak gelas kacalah? Yalah, supaya orang luar bangunan dapat lihat isi dalam bangunan dengan jelas." 

"Itu belum tambah kalau yang pergi simbah gelas kaca tu! Hah?"

Aku rasa, ada analogi aku yang makan tuan semula. Cuma aku belum nampak. Aku pun letak jeda panjang untuk hal ni, semalam. 

Cakap pasal bumbung, aku teringat Antoine de Saint Exupery dalam 'Wind, Sand and Stars'. Dia tulis, kala dia lihat langit itu, beza sungguh daripada aku yang lihat langit. Aku suka lihat langit untuk cari pertemanan; luasnya langit, warnanya langit itu mesra sekali meneman. Langit bagi aku, adalah aksara Tuhan untuk ingatkan aku pada Dia. Tetapi, berbeza dengan Exupery, dia melihat langit dan melihat perubahan langit itu sebagai tanda sama ada dia bisa terbang atau tidak; sama ada cuaca cukup baikkah untuk melakukan pendaratan kapal terbangnya; sama ada cubaan penerbangannya akan berakhir selamat atau celaka. 

Berbeza; sewaktu bicara hal bumbung ni, aku terfikir bagaiman tukang rekanya lihat penciptaan bumbung dan bangunan ke bawahnya? Adakah sama cara mereka melihat langit dengan aku?

Haha. 

Cuma, yang pasti, tentang hal bumbung, ada waktu hujan, kita tak bisa ketemu bumbung pun untuk menjadi tempat berteduh. Tapi kita bisa sahaja tidak membawa bumbung sebesar bangunan untuk meneduhkan kita; kita bisa buka payung dan payung menjadi 'bumbung' kita. 

Dan ini sungguh tidak mengurangkan persis ma'na bumbung itu. Paling penting, payung dan bumbung, kalau diperhati, semuanya tidak menjalani proses tesis-antitesis-sintesis. Kalau tidak, jenuh kita asyik tukar bumbung dalam hayat yang pendek ini!

Dan satu hal, perincian hal bumbung ni, aku suka sekali petik apa Shaykh Nuh Ha Mim Keller sebut tentang soal kepercayaan: 

(1) central beliefs that one must hold or one is not a Muslim;
(2) beliefs that are obligatory to hold, but denying them does not make one a non-Muslim;
(3) beliefs that are unlawful to hold, but affirming them does not make one a non-Muslim;
(4) and beliefs that no one can hold and remain a Muslim.[1]



02031435. 
Shah Alam. 

Comments

Popular Posts

KOLEKSI GOODREADS

The Humans Who Went Extinct: Why Neanderthals Died Out and We Survived
Recent Thought in Focus
God and Man in the Qur'an
The Positive Aspects of Tasawwuf: Preliminary Thoughts on an Islamic Philosophy of Science
A New System of Philosophy-Science from the Biological Standpoint
On Justice and the Nature of Man: A Commentary on Surah Al-Nisa' (4):58 and Surah Al-Mu'minun (23):12-14
The Natural and the Supernatural in the Middle Ages
God and Philosophy
From Satori to Silicon Valley: San Francisco and the American Counterculture
Islam and Secularism
Philosophy: The Essential Study Guide
Genesis and Development of a Scientific Fact
Representations of the Intellectual
Can Non-Europeans Think?
The Holocaust Industry: Reflections on the Exploitation of Jewish Suffering
Maus I: A Survivor's Tale: My Father Bleeds History
Slowness
The Architecture of Happiness
The New Rulers of the World
Seeds of Destruction: The Hidden Agenda of Genetic Manipulation


Nurshafira Noh's favorite books »