Habiskan habis

Aku mencintaimu - itu sahaja. Habis.
Aku pernah mencintai seseorang dan itu bukanlah sebuah kefatalan - itu sahaja. Habis.
Suatu waktu yang aku tak peduli bila, apabila aku pun sudah sedia, akan jua aku mencintai orang lain - itu sahaja. Habis.
Ada waktu aku terasa badanku bertentang dengan apa hatiku dan akalku, tetapi itu sahajalah - habis.
Ada waktu akan takkan dapat baik senang denganmu, tetapi itu sahajalah - habis.
Memang telah terlalu lama tetapi ini bukanlah mematikan aku pun. Ia cuma datang dan pergi, lalu kalau hempas pintu, bunyi buka pintunya asyik mengacau, ya, silakan ini kubuka seluruh pintu dan ruang, masuklah dan minum tinggal di ruang tamu. Itu sahaja dan nanti habislah ia.


Comments

Popular Posts

KOLEKSI GOODREADS

The Humans Who Went Extinct: Why Neanderthals Died Out and We Survived
Recent Thought in Focus
God and Man in the Qur'an
The Positive Aspects of Tasawwuf: Preliminary Thoughts on an Islamic Philosophy of Science
A New System of Philosophy-Science from the Biological Standpoint
On Justice and the Nature of Man: A Commentary on Surah Al-Nisa' (4):58 and Surah Al-Mu'minun (23):12-14
The Natural and the Supernatural in the Middle Ages
God and Philosophy
From Satori to Silicon Valley: San Francisco and the American Counterculture
Islam and Secularism
Philosophy: The Essential Study Guide
Genesis and Development of a Scientific Fact
Representations of the Intellectual
Can Non-Europeans Think?
The Holocaust Industry: Reflections on the Exploitation of Jewish Suffering
Maus I: A Survivor's Tale: My Father Bleeds History
Slowness
The Architecture of Happiness
The New Rulers of the World
Seeds of Destruction: The Hidden Agenda of Genetic Manipulation


Nurshafira Noh's favorite books »